Tag: Novel Pengantar Lingustik

Novel Pengantar Lingustik

Novel Pengantar Lingustik

Novel Pengantar Lingustik Nariq Edang( Nariq- bahasa) serta( Edang- Kedang), ditulis oleh Alex Puaq Wulohering, dikeluarkan pada Rabu,( 29 atau 5 atau 2024).

Peresmian novel berdimensi 155 x 230 milimeter, tebal 440 laman dengan pendekatan ilmu bunyi, ilmu bentuk kata, sintaksis serta semantik ini berjalan di Olimpic Ballroom kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Buatan yang bermaksud melindungi originalitas Bahasa Kedang dari bahaya kepunahan itu ditatap berarti oleh Penguasa wilayah kabupaten Lembata, sampai Pemda juga dengan cara sah meluncurkan novel itu.

” Terdapat 86 bahasa lokal di NTT tetapi, terdapat 11 di antara lain telah tidak lagi dipakai ataupun musnah. Aku tidak mau kita jadi orang asing di negara kita sendiri” ucap Alex dikala didapuk badan buat berdialog ikhwal motivasinya menulis novel Pengantar Linguistik, Nariq Edang itu.

Alex Puaq Wulohering salah satu figur Edang yang berkecimpung di Kabupaten Sikka, NTT selaku ASN. Era pensiun, tidak menyurutkan niatnya buat lalu berkreasi, menghindari bahasa tuturnya lenyap dari peradaban.

Pengarang tua itu memaknai pepatah yang dipopulerkan oleh Pramoedya Ananta Toer, Orang bisa cerdas setinggi langit, tetapi sepanjang beliau tidak menulis, beliau hendak lenyap di dalam warga serta dari asal usul. Menulis merupakan bertugas buat kebakaan.

Alex Puaq Wulohering salah satu figur Edang yang berkecimpung di kota Maumere, Kabupaten Sikka selaku ASN.

Alex Wulohering dikala membagikan cerminan mengenai peperangan menulis novel, menarangkan kalau novel ini termotivasi satu tahun saat sebelum pensiun.

” Aku berasumsi ingin jalani apa sehabis pensiun? Jika ingin kegiatan ladang pasti aku telah tidak sanggup, ingin buka toko aku pula tidak memiliki kemampuan ke sana, ingin caleg aku duga durasi aku telah melalui, setelah itu aku menyudahi buat kembangkan atensi catat aku. Hingga sehabis 14 tahun memahami linguistik serta membaca beberapa rujukan hingga hari ini lahirlah novel ini,” ucap Wulohering.

Beliau berterus terang, mengakulasi bermacam akta untuk memperkaya tulisannya, antara lain dokumen kuno berbicara Belanda dari pak Andres Nula liliweri, pula catatan Barnes pertanyaan Edang serta pula balik berlatih dan memahami ilmu linguistik.

Penghargaan pemda

Penjabat Bupati Lembata, Paskalis Ola Tapobali yang diwakili asisten satu Setda, Donatus Ladjar dikala aktivitas itu mengapresiasi terbitnya novel Pengantar Linguistik Nariq Edang ini.

Donatus Ladjar berkata, di masa kesejagatan serta pembaharuan dikala ini, bahasa wilayah mengalami bahaya kepunahan ataupun pergantian yang penting.

Sebab itu usaha perawatan serta pelanggengan bahasa wilayah jadi amat berarti dalam menjaga keanekaan adat serta bukti diri bangsa, lewat usaha revitalisasi bahasa wilayah, pemilihan serta riset mengenai bahasa wilayah.

Novel Pengantar Lingustik

” Aku membagikan penghargaan pada Alex Puag Wulohering yang melaksanakan riset dengan cara mandiri mengenai Bahasa Kedang yang akhirnya

menciptakan suatu novel bertajuk Pengantar Linguistik Narig Edang- Sebuah Amatan Mengenai Bentuk Dalam Bahasa Kedang. Kita ketahui kalau Bahasa Kedang ialah salah satu rumpun bahasa di Kabupaten Lembata yang mempunyai karakteristik khas tertentu, bagus dari bagian ilmu bunyi, ilmu bentuk kata, sintaksis, ataupun semantik, yang lahir serta bertumbuh dengan cara alami lewat penuturan perkataan serta diwariskan dengan cara turun temurun,” tutur ia.

Novel Pengantar Linguistik Narig Edang Suatu Amatan Mengenai Bentuk Dalam Bahasa Kedang, lanjutnya, merupakan buatan monumental yang dipersembahkan Alex Puag Wulohering untuk Kabupaten Lembata, utama dalam usaha melaksanakan revitalisasi Bahasa Kedang selaku salah satu faktor kekayaan adat di Kabupaten Lembata.

” Aku berambisi insiden launching hari ini tidak saja selaku bentuk penghargaan atas pengabdian Ayah Drs. Alex Puag Wulohering, namun pula bisa jadi momentum yang membangkitkan dorongan untuk kita seluruh buat terus menjadi memahami kultur kita lewat amatan ataupun riset, tidak cuma mengenai bahasa wilayah namun pula kepada seluruh kekayaan adat yang terdapat di wilayah ini, selaku usaha melindungi kekayaan adat Lembata supaya senantiasa hidup serta bertumbuh dari angkatan ke angkatan,” ucap Asisten Satu Setda Lembata, Donatus Ladjar, menggantikan Penjabat Bupati Lembata, Paskalis Ola Tapobali.

Viral berita terbaru ikn => https://riotech.click/